Oleh: manto | 6 Februari 2010

Adab Berdo’a

Adab Berdoa

Pergaulan manusia mengenal apa yang disebut sopan santun, etika atau
adab. Orang yang bergaul secara beradab biasanya lancar dalam
bertransaksi, sebaliknya orang yang tidak beradab sering mengalami
kesulitan yang tidak perlu terjadi. “Pergaulan” manusia dengan
Tuhannya, terlebih ketika sedang mengajukan permohonan atau berdoa,
tentulah ada adabnya, ada etikanya. Tanpa adab, boleh jadi doa
manusia tak di dengar.

Menurut Imam Ghazali dalam Ihya’ `Ulum ad Din, ada sepuluh adab yang
harus diperhatikan ketika seseorang berdoa kepada Allah.

Pertama, pilih waktu yang tepat untuk mengajukan doa. Waktu-waktu
yang tepat untuk berdoa antara lain: (1) hari wukuf di Arafah, (2)
dalam bulan Ramadlan, (3) pada hari Jum’at, (4) waktu sahur, yakni

tengah malam menjelang fajar.
Kedua, pilih saat yang baik. Sangat baik orang berdoa ketika: (1)
sedang berada di medan perang jihad, (2) ketika sedang turun hujan,
(3) ketika pas mendengar iqamat salat fardu, (4) ketika usai salat,
(5) ketika sedang menjalankan ibadah puasa, (6) ketika hati dalam
keadaan bening, ikhlas, (7) ketika sedang sujud salat.


Ketiga, usahakan berdoa sambil menghadap kiblat dan menengadahkan
tangan ke atas.


Keempat, merendahkan suaranya, antara terdengar dan tidak (oleh
telinga).


Kelima, jangan memaksakan diri menggunakan kalimat-kalimat puitis.


Keenam, Hendaknya berdoa sambil menunduk, merendah, cemas tetapi
berharap dikabulkan.


Ketujuh, yakinlah bahwa Tuhan mendengar dan akan mengabulkan doa
kita.


Kedelapan, usahakan mengulang doa, sekurang-kurangnya tiga kali.


Kesembilan, memulai doa dengan pujian kepada Allah, jangan langsung
meminta sesuatu.


Kesepuluh, di samping etika lahir, hendaknya memelihara adab batin,
antara lain (1) serius bertaubat, (2) tidak melakukan kejahatan, dan
(3) penuh perhatian kepada Allah.


Kategori

%d blogger menyukai ini: