Oleh: manto | 30 Oktober 2009

Siapa yang bertanggung jawab dalam penerapan IT ?

Teknologi Informasi merupakan suatu istilah dan mempunyai arti cukup luas. Secara umum, teknologi informasi adalah pemanfaatan teknologi untuk menghasilkan informasi, mengelola dan menyimpan informasi, mentransfer dari suatu bentuk ke bentuk yang lain, memindahkan dari suatu tempat ke ke tempat yang lain, atau bahkan mengolah informasi tersebut sehingga menjadi lebih mudah untuk digunakan oleh pemakainya.

Komponen-komponen yang diperlukan untuk membangun suatu teknologi informasi adalah teknologi sistem komputasi dan teknologi sistem komunikasi. Sistem komputasi berperan penting dalam mengolah sinyal-sinyal informasi tersebut sehingga dapat menghasilkan bentuk informasi yang paling sesuai dengan kebutuhan. Sistem komunikasi berperan dalam hal mentransfer sinyal-sinyal informasi dari suatu tempat ke tempat lain. Dengan semakin mengarahnya sistem komputasi menjadi networked computing, maka pembahasan komponen sistem komunikasi dalam teknologi informasi menjadi satu dengan komponen sistem komputasi.

Didalam dunia komputasi, komponen-komponen yang menyusun suatu sistem terdiri dari tiga unsur yaitu unsur perangkat keras (hardware), unsur perangkat lunak (software) dan User (brainware). Ketiga unsur tersebut tidak dapat berdiri sendiri dan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan.

Banyak cara untuk dapat mengetahui dan membuktikan tentang belum optimalnya penggunaan teknologi informasi di dalam sebuah perusahaan baik perusahaan pemerintahan maupun swasta. Cara yang paling mudah adalah dengan melakukan perbandingan dengan perusahaan sejenis (benchmarking) atau belajar dari perusahaan yang dianggap sebagai terbaik dalam menerapkan teknologi informasi pada industri serupa (best practices).

Untuk meningkatkan kinerja dalam penerapan Teknologi informasi sebalumnya tentukan sebuah konsep pengukuran kinerja teknologi informasi yang dapat menjadi panduan/ patokan dalam menentukan apakah dari hari ke hari terjadi peningkatan dalam optimalisasi penggunaan teknologi informasi di berbagai proses dan fungsi terkait dengan bisnis perusahaan anda. Misalnya adalah dengan menggunakan konsep semacam IT Balanced-Scorecard atau IS Maturity Model (seperti COBIT = Control Objectives for Information and Related Technology). Karena ada pepatah mengatakan “something that cannot be measured, cannot be controlled”, dan “something that cannot be controlled, cannot be managed”. Jadi seharusnya memiliki ukuran untuk mengukur kinerja teknologi informasi.

Agar penerapan teknologi informasi di perusahaan baik negeri maupun swasta dapat berhasil, dalam arti kata penggunaan komputer dan aplikasinya dapat mendukung keberhasilan teknologi informasi, maka harus dapat menemukan konteks yang tepat di dalam mengkaitkan berbagai inisiatif proyek pengembangan dan implementasi teknologi informasi dengan obyektif (yang merupakan ukuran dari penurunan visi dan misi perusahaan).

Hal ini perlu dilakukan karena banyak sekali perusahaan di Indonesia yang gagal dalam menerapkan teknologi informasi karena penerapannya hanya didasarkan oleh sikap latah atau mengikuti trend semata (me too strategy). Perlu diingat bahwa setiap perusahaan adalah unik (tidak ada perusahaan yang identik, walaupun dalam bisnis dan industri sejenis), sehingga kebutuhannya akan teknologi informasi pasti berbeda-beda, dan bergantung pada strategi bisnis yang diterapkan.

Persoalan teknologi informasi bukan hanya merupakan orang-orang EDP/Electronic Data Processing (jika hal ini terjadi, berarti kita mundur 40 tahun ke belakang) tetapi merupakan persoalan segenap personel dari manajemen puncak sampai dengan level staf. Alasannya adalah karena “informasi” telah menjadi sebuah faktor produksi penting yang bersifat krusial bagi perusahaan, sehingga merupakan sebuah entiti yang bernilai strategis – sebagaimana layaknya fungsi darah di dalam tubuh manusia yang mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh (teknologi informasi bertugas mendistribusikan knowledge ke seluruh entiti perusahaan yang membutuhkan).

Agar manfaat optimal dapat diperoleh oleh perusahaan anda, ada baiknya segenap manajemen kunci perusahaan berkumpul untuk meredefinisikan kembali fungsi dan peranan strategis teknologi informasi bagi perusahaan, tentu saja setelah mereka yang bersangkutan memahami berbagai fenomena baru di dalam dunia bisnis akibat kehadiran teknologi informasi.


Kategori