Oleh: manto | 30 Oktober 2009

Cerita Para Monyet

Suatu ketika, seorang penjual topi sedang asyik beristirahat di bawah pohon. Lalu bangunlah ia karena suara berisik dari monyet-monyet yang sedang beraksi mencuri topi-topinya. Ia sangat terkejut, dan ketika ia mendongak ke atas, didapatinya para monyet sedang memakai topi-topi miliknya. Lalu ia pun berpikir keras bagaimana mengambil kembali seluruh topinya dari para monyet. Karena terlalu keras berpikir, hingga ia mencopot topi yang dipakainya, lalu menggaruk-garuk kepalanya.

Ia mendongak ke atas lagi, dan ternyata para monyet ikut menirukan gayanya. Monyet-monyet kemudian ikut melemparkan topi-topi tersebut. Si penjual kemudian tersadar dan segera mengambil semua topi yang dilemparkan para monyet. Setelah itu, si penjual topi pun melanjutkan perjalanannya.

Tiga puluh tahun kemudian, cucu dari si penjual topi telah mendengar semua cerita tersebut dari kakeknya. Suatu ketika, si cucu sedang melintas di hutan yang sama dengan cerita kakeknya, dengan membawa dagangan topinya. Karena capek, si cucu kemudian beristirahat di sebuah pohon. Sekali lagi, para monyet kembali mengambil topi-topi dagangannya. Si cucu terbangun, dan ia teringat dengan cerita kakeknya. Oleh karena ia yakin dengan keberhasilan ide kakeknya, maka ia mencoba mengulanginya kali ini. Ia melempar topi yang dipakainya, lalu mendongak ke atas. Namun, ia sangat terkejut karena para monyet tidak menirukannya, dan mereka masih memegangi topi dengan erat. Lalu seekor monyet kemudian turun dan mengambil topi yang dilempar si cucu, sambil berkata, “Emangnye cuma lo doang yang punya kakek…??”


Kategori