Oleh: manto | 11 Juni 2009

Belajar LINUX 2

Pelajaran Linux II
Slackware
Distribusi Slackware dapat diperoleh secara online di http://www.cdrom.com
Catatan :
Di Indonesia saat ini sudah ada beberapa online store yang menyediakan distribusi Linux yang cukup lengkap. Anda bisa memesannya secara online, atau menghubungi lewat telepon. CD yang akan Anda dapatkan dari beberapa online store di Indonesia biasanya merupakan hasil peleburan ke CD dari download di Internet. Dari beberapa online store yang pernah penulis pesan, rata-rata berkualitas bagus, dan ada garansi penggantian jika CD rusak atau tidak jalan. Perlu diingat bahwa semua CD salinan tersebut adalah legal dan dilindungi lisensi GNU. Daftar online store yang menyediakan distribusi Linux dapat Anda lihat di lampiran
Program Linux biasanya dipaket dalam dua CD:
1. Binary
Berisi program-program yang sudah dikompilasi oleh distributor/pengemas distribusi (Precompiled Binary). Yang Anda lakukan dengan program-program ini adalah menyalinnya ke dalam PC.Precompiled binary termasuk kernel.
2. Source
Berisi kode sumber (source code) program, dan Anda bisa mengkompilasinya sendiri sesuai kebutuhan. Ditujukan untuk yang sudah terbiasa dengan lingkungan Linux. Jika lebih dari dua CD, maka biasanya berisi program-program tambahan yang sifatnya pilihan.
Instalasi Slackware
Sebelumnya, dimulai dengan mereview isi CD ROM Slackwareprecompiled binary.
$ ls -al
total 849
drwxr-xr-x 13 root root 4096 Oct 26 1999 ./
drwxr-xr-x 19 root root 4096 Apr 22 07:14 ../
drwxr-xr-x 2 root root 2048 Oct 26 1999 .eltorito/
-r-r-r- 1 root root 1185 Oct 26 1999 00_TRANS.TBL
-rw-r-r- 1 root root 18605 Jun 29 1996 BOOTING.TXT
-rw-r-r- 1 root root 2659 Oct 23 1999 CDROM.TXT
-rw-r-r- 1 root root 17976 Jun 10 1994 COPYING
-rw-r-r- 1 root root 10445 Oct 23 1999 COPYRIGHT.TXT
-rw-r-r- 1 root root 204041 Oct 26 1999 ChangeLog.txt
-rw-r-r- 1 root root 32145 Oct 11 1999 FAQ.TXT
-rw-r-r- 1 root root 303391 Oct 26 1999 FILELIST.TXT
-rw-r-r- 1 root root 155 Oct 22 1999 GLIBC_WARNING
-rw-r-r- 1 root root 5846 Oct 23 1999 LOWMEM.TXT
-rw-r-r- 1 root root 8137 Oct 23 1999 MIRRORS.TXT
-rw-r-r- 1 root root 152883 Oct 26 1999 PACKAGES.TXT
-rw-r-r- 1 root root 3682 Oct 23 1999 README.TXT
-rw-r-r- 1 root root 18756 Oct 26 1999 README7.TXT
-rw-r-r- 1 root root 7868 Oct 23 1999 UPGRADE.TXT
drwxr-xr-x 2 root root 2048 Oct 26 1999 bootdsks.12/
drwxr-xr-x 2 root root 10240 Oct 26 1999 bootdsks.144/
drwxr-xr-x 6 root root 8192 Oct 26 1999 contrib/
drwxr-xr-x 8 root root 2048 Oct 23 1999 docs/
drwxr-xr-x 64 root root 10240 Oct 22 1999 kernels/
drwxr-xr-x 3 root root 2048 Oct 23 1999 live/
drwxr-xr-x 3 root root 4096 Oct 23 1999 modules/
drwxr-xr-x 2 root root 2048 Oct 23 1999 rootdsks/
drwxr-xr-x 3 root root 2048 Oct 25 1999 slaktest/
drwxr-xr-x 40 root root 6144 Oct 26 1999 slakware/
Beberapa direktori yang penting adalah:
• Slakware; berisi program sumber instalasi. Isi direktori ini akan direview nanti
• bootdsks.144; berisi file untuk membuat boot disk format 1.44
• rootdsks; berisi image file root disk, termasuk di dalamnya skrip setup
• kernels; berisi kumpulan precompiled kernel untuk berbagai macam jenis perangkat keras.
Direktori Slakware, berisi paket program yang dikelompokkan dalam beberapa kategori yang disebut disk set.
1. Paket Aplikasi Disk Set A
Berisi program dasar untuk menjalankan Linux Slackware. Program disini cukup untuk dimuat dalam Disket 1.22. Instal program dari sini saja cukup untuk menjalankan Linux, dengan editor teks Elvis dan beberapa program komunikasi, serta sistem file standard (file system standard /FSSTND). Disk Set A membutuhkan 25 MB.
2. Disk Set AP
Berisi aplikasi yang sering dijalankan di Linux. Di antaranya man pages, groff, ispell (GNU and international versions), term, joe, jove, ghostscript, Midnight Commander (seperti Norton Commander di DOS), bc, dan quota. Disk Set AP membutuhkan 20 MB.
3. Disk Set D
Berisi program pengembangan. Beberapa diantaranya GCC/G++/Objective C compiler make (GNU and BSD), byacc dan GNU bison, flex, library C libraries, gdb debugger, Fortran, ncurses, clisp, f2c, p2c, Pascal, perl, dan rcs. Disk Set D membutuhkan 48 MB.
4. Disk Set E
Berisi program paket editor teks GNU emacs 20.3. Disk Set E membutuhkan 35 MB.
5. Disk Set F
Berisi koleksi FAQ, HOWTO, Mini-HOWTO, dan dokumentasi lainnya. Set ini berisi banyak sekali informasi bermanfaat. Disk Set F membutuhkan 11 MB.
6. Disk Set K
Berisi kode sumber kernel (Kernel Source Code). Anda dapat mempergunakannya untuk mengkompilasi ulang kernel. Disk Set K membutuhkan 27 MB.
7. Disk Set N
Berisi aplikasi pendukung jaringan. Termasuk di dalamnya dukungan TCP/UUCP, SLIP, PPP untuk koneksi ke Internet. Program pendukungnya adalah browser Lynx basis teks, Apache Web Server, Pine, Elm, Trn dan aplikasi Internet lainnya.
8. Disk Set N
membutuhkan 23 MB. Disk Set T Berisi program format teks TEX and LATEX2. TEX merupakan program terkenal dan canggih dalam format teks, termasuk penggunaan ekspresi matematis. Disk Set T membutuhkan 42 MB.
9. Disk Set TCL
Berisi paket program pengembangan dari keluarga itcl, diantaranya Tcl dan Tk dapat dipakai untuk menyusun program yang dijalankan dibawah sistem X Window. Disk Set TCL membutuhkan 7 MB.
10. Disk Set X
Berisi program dasar sistem Xfree86 3.3.2 dari MIT. Di dalamnya termasuk Library dan grafis antar muka pemakai yang dapat dijalankan di sistem Slackware. Disk Set X membutuhkan 70 MB.
Catatan :
Di Linux dan sistem Unix lainnya, tampilan grafis dijalankan dengan sistem client server. Sedangkan untuk tampilannya bisa dipilih bermacam macam, disebut Window Manager. Beberapa Window Manager yang terkenal adalah Gnome, KDE (K Desktop Evironment), Window Maker dan sebagainya. Jika tertarik Anda bisa mencarinya di http://www.freshmeat.net
11. Disk Set XAP
Berisi berbagai macam aplikasi yang dijalankan di X, seperti Window Manager fvwm, fvwm95, browser grafis (arena& Netscape) dan berbagai macam game X. Disk Set XAP membutuhkan 65 MB.
12. Disk Set😄
Berisi program pengembangan X. Termasuk di dalamnya X11 libraries, server linkkit, dan PEX support. Disk Set😄 membutuhkan 14 MB.
13. Disk Set XV
Xview yang mendukung Open Look window Manager yang biasa dijalankan pada mesin SUN. Termasuk pula di dalamnya program compiler Xview. Disk Set XV membutuhkan 11 MB.
14. Disk Set Y
Berisi berbagai macam game yang dijalankan di atas console (tidak membutuhkan tampilan grafis). Disk Set Y membutuhkan 8 MB.
Kebutuhan Perangkat keras
Minimal CPU dengan prosesor 80836 atau 80846 sudah bisa menjalankan Linux. Emulator matematis juga tidak diharuskan meskipun akan sangat membantu jika Anda memilikinya. Memori minimal 4 hingga 8 mega, dan paling tidak 16 Mega jika Anda berencana menjalankan aplikasi X. Meskipun demikian, pada beberapa distribusi Anda cukup mempunyai memory 2 Mega. Cakram keras (hard disk), baik IDE maupun SCSI dan banyak jenis perangkat keras lain telah didukung oleh Slackware 7.0. Spasi hard disk yang dibutuhkan minimal 20 mega untuk menginstal aplikasi dasar Linux. Jika semua program diinstal paling tidak membutuhkan spasi hard disk hingga 400 Megabyte.
Pre Instalasi
Setelah mengenal sedikit mengenal beberapa aplikasi yang disertakan dalam distribusi Slackware (dan semua distribusi Linux), lanjutkan dengan prosedur instalasi. Namun sebelum mulai instalasi, ada beberapa hal yang perlu disiapkan :
1. Usahakan untuk mencatat perangkat keras yang Anda miliki. Perangkat keras tersebut meliputi monitor, VGA card, Mouse, Hard disk dan CDROM (untuk yang SCSI), dan perangkat keras khusus yang Anda punya. Di Windows, Anda dapat melihatnya dengan klik kanan My Computer pada desktop, pilih Properties, klik Device.
2. Back up data-data yang penting. Meskipun penyusunan partisi dan format partisi di Linux dapat dijalankan secara aman tanpa mengganggu data yang ada, namun bisa saja terjadi salah ketik atau salah pilih yang membuat semua data hilang.
3. Siapkan partisi khusus untuk Linux. Jika sistem operasi yang ada tidak memungkinkan untuk diinstal ulang, gunakan program penambahan partisi seperti Partition Magic (program komersial) atau fips yang disertakan dalam CD. Program ini memungkinkan Anda untuk menambah partisi dari sisa hard disk kosong, tanpa harus menghapus partisi yang sudah ada. Lebih mudah jika Anda menghapus semua partisi dalam hard disk Anda, kemudian dipisah menjadi tiga hingga empat partisi. Satu untuk instal Windows (jika perlu), sistem file Linux, dan Swap Linux. Tentang partisi ini akan dibahas dalam tahapan instalasi.
Catatan :
Anda dapat menginstal Linux pada ruang yang tidak dipergunakan (free space) tanpa harus partisi ulang. Linux menjalankannya di atas partisi umsdos. Kelemahan dari sistem file ini adalah aplikasi yang dijalankan menjadi lebih lambat, dan manfaat Linux tidak dapat dirasakan secara maksimal.
Instalasi dengan Boot Disk
1. Masuk ke lingkungan DOS prompt
C:\>
2. Pindah ke direktori Bootdsks.144
C:\>cd d:\Bootdsks.144 D:Bootdsks.144\>
3. Masukkan disket kosong ke dalam drive disket Anda. Jalankan rawrite untuk menuliskan program boot Linux kedalam disket. Pilih image sesuai dengan perangkat keras Anda
D:Bootdsks.144\>rawrite bare.I a:\ #untuk perangkat keras IDE secara umum
D:Bootdsks.144\>rawrite scsi.s a:\ #untuk perangkat keras SCSI secara umum
4. Setelah selesai, keluarkan disket Anda dan beri label boot disk. Pindah ke direktori root disk.
D:Bootdsks.144\>cd ../rootdsks D:rootdsks\>
5. Jalankan kembali rawrite untuk menuliskan root disk ke dalam disket.
D:rootdsks\>rawrite color.gz a: # untuk monitor color
D:rootdsks\>rawrite text.gz a: # untuk monitor monokrom
D:rootdsks\>rawrite pcmcia.gz a: # untuk instalasi pada laptop
dengan dukungan pcmcia
D:rootdsks\>rawrite rescue.gz a: # untuk membuat disket rescue
D:rootdsks\>rawrite umsdos.gz a: # untuk menginstal Slackware pada partisi UMSDOS
6. Setelah selesai, keluarkan disket, dan beri label root disk.
7. Masukkan boot disk ke drive a, kemudian booting komputer Anda.
8. Akan terlihat tulisan LILO, dan tampil pesan dari boot linux. Anda tinggal tekan Enter. Kernel akan mencoba mengenali perangkat keras Anda. Perhatikan hingga sampai pada teks :
VFS: Insert root floppy disk to be loaded into ramdisk and press enter
9. Keluarkan boot disk, dan ganti dengan root disk. Tekan Enter. Root disk akan dimuat dalam memory. Anda bisa login sebagai root.
Slackware login : root
#
Anda sudah berhasil masuk ke prompt Linux Slackware dan siap untuk instalasi. Langkah berikutnya adalah menyiapkan ruang untuk file Linux Anda. Partisi hard disk Diasumsikan Anda sudah menyiapkan partisi kosong. Jika belum, maka Anda perlu melakukannya terlebih dahulu dengan program Partition Magic yang harus dibeli secara terpisah atau Fips yang disertakan dalam CD.
Catatan :
Kemampuan Fips terbatas, dan tidak ada garansi jika Anda mengalami error dalam menjalankannya. Untuk itu, back up data sangat diperlukan. Atau lebih mudah jika Anda partisi ulang semuanya dengan menggunakan fdisk yang akan dibahas pada bagian berikutnya.
Partisi
Bahasan pertama adalah review sekilas tentang partisi. Hard disk untuk bisa diisi sistem operasi, membutuhkan satu wadah, yang dinamakan partisi. Jika Anda terbiasa menggunakan Microsoft, partisi disimbolkan dengan Drive. Misal, Drive C:(partisi pertama) Drive D:(partisi kedua) dan seterusnya.
Dengan membagi hard disk ke dalam beberapa partisi Anda dapat menjalankan berbagai sistem operasi secara bersamaan. Misalnya Linux – Windows 98 – Windows NT.
Gambar 3 Bentuk Hardisk, track, sector dan data (Sumber: Maximum Linux Security, Anonymous)
Partisi dikategorikan dalam tiga jenis. Primary, Extended dan Logical Partition. Partisi utama, disebut primary, dalam satu hard disk maksimal hanya 4 partisi. Jika Anda ingin lebih dari 4 partisi, maka perlu dibuat extended partition yang bisa memuat logical partition dengan jumlah lebih banyak. Jadi data hanya terletak di partisi primary atau logical, sedangkan extended hanya merupakan wadah dari partisi logical. Contoh pengaturan hard disk dan nama yang biasa dipergunakan di Linux.
Gambar 4 Pengaturan Partisi dan Sistem File (Sumber: Maximum Linux Security, Anonymous)
Kembali ke prompt instalasi. Sebagai contoh, diasumsikan Anda mempunyai hard disk 2 Giga, dan 1 Giga sudah terisi Windows NT (misalnya), sementara sisanya masih kosong (belum dipartisi). Setelah berhasil masuk shell, jalankan fdisk guna pengaturan partisi.
# fdisk
Using /dev/hda as default device!
Command (m for help): m # ketik m dan tekan enter
a toggle bootable flag
b edit bsd dick label
c toggle the DOS compatibility flag
d delete a partition
l list of known partition types
m print this menu
n add new partition
o create a new empty DOS partition table
q quit without saving changes
t change partition system ID
u change display /entry units
v verify partition table
w write table to disk and exit
x extra functionality (expert only)
Command (m for help): p # ketik p untuk mengetahui partisi dalam hard disk Anda,lalu tekan enter
Disk /dev/hda: 16 heads, 63 sectors, 1024 cylinders
Units = cylinders of 1008 * 512 bytes
Device Boot Begin Start End Blocks Id System
/dev/hda1 * 2 2 126 63000 6 DOS 16-bit>=32M
Dari tampilan partisi di atas, hard disk Anda, diwakili dengan /dev/hda, hanya mempunyai satu partisi, yakni /dev/hda1. Di MSDOS ataupun windows Anda biasa melihatnya sebagai Drive C. Partisi tersebut mempunyai sistem file DOS 16-bit, dan menempati silinder 2 hingga 204. Lanjutkan dengan pembuatan partisi baru.
Command (m for help): n
Command action
e extended
p primary partition (1-4)
p
Partition number (1-4): 2
First cylinder (204-683): 204
Last cylinder or +size or +sizeM or +sizeK (204-683): +80M
Pada Partition Number atau nomor partisi, isi 2, karena partisi satu sudah terisi Ms DOS. First cylinder adalah silinder pertama yang dipakai partisi ke dua ini. Last cylinder, Anda bisa isikan nomor silinder, atau +xM, dimana x adalah jumlah Megabyte yang Anda inginkan, atau +xK, dimana x adalah jumlah Kilobyte yang Anda inginkan.
Command (m for help): n
Command action
e extended
p primary partition (1-4)
p
Partition number (1-4): 3
First cylinder (474-683): 474
Last cylinder or +size or +sizeM or +sizeK (474-683): +10M
Command (m for help): p
Disk /dev/hda: 16 heads, 38 sectors, 683 cylinders Units = cylinders of 608 * 512 bytes
Device Boot Begin Start End Blocks Id System
/dev/hda1 * 1 1 203 61693 6 DOS 16-bit >=32M
/dev/hda2 204 204 473 82080 83 Linux native
/dev/hda3 474 474 507 10336 83 Linux native
Dari tampilan di atas, tabel 3 partisi yang kesemuanya primary sudah berhasil dibuat. Untuk partisi extended biasanya dimulai dari angka 5 ke atas. Misalnya /dev/hda5, /dev/hda6 dan seterusnya.
Lanjutkan dengan mengganti system ID atau format sistem file untuk menambahkan swap. Swap adalah bagian dari Hard disk, baik berupa file atau satu partisi penuh yang dipakai sebagai virtual memory. Swap sangat membantu jika Anda punya memory fisik yang terbatas.
Command (m for help): t
Partition number (1-4): 3
Hex code (type L to list codes): L
0 Empty 9 AIX bootable 75 PC/IX b7 BSDI fs
1 DOS 12-bit FAT a OS/2 Boot Manag 80 Old MINIX b8 BSDI swap
2 XENIX root 40 Venix 80286 81 Linux/MINIX c7 Syrinx
3 XENIX usr 51 Novell? 82 Linux swap db CP/M
4 DOS 16-bit =32 64 Novell Netware 94 Amoeba BBT f2 DOS secondary
7 OS/2 HPFS 65 Novell Netware a5 BSD/386 ff BBT
8 AIX
Command (m for help): t
Partition number (1-4): 3
Hex code (type L to list codes): 82
Command (m for help): p
Disk /dev/hda: 16 heads, 38 sectors, 683 cylinders
Units = cylinders of 608 * 512 bytes
Device Boot Begin Start End Blocks Id System
/dev/hda1 * 1 1 203 61693 6 DOS 16-bit >=32M
/dev/hda2 204 204 473 82080 83 Linux native
/dev/hda3 474 474 507 10336 82 Linux swap
Anda lihat bahwa /dev/hda3 telah berubah dari Linux native menjadi Linux swap. Langkah berikutnya adalah menyimpan tabel partisi yang telah Anda buat.
Command (m for help): w
Anda akan kembali ke shell prompt. Lanjutkan dengan instalasi. Pertama , aktifkan swap yang telah dibuat sebelumnya
# mkswap /dev/hda3
# swapon
Hal ini membantu jika Anda hanya memiliki sedikit memory.
Setup
Setelah mengaktifkan swap, jalankan skrip setup dari Slackware.
# setup
Akan muncul menu :
• Help ; File help dari slackware, menyangkut instalasi
• Key Map ; Memetakan keyboard, jika menggunakan keyboard non english
• Swap ; Membuat dan mengaktifkan swap file
• Target; Menentukan direktori tempt Linux akan diinstal
• Source ; Menentukan direktori sumber file yang akan diinstal
• Select ; Memilih perangkat lunak yang akan diinstal
• Instal; Memulai instalasi dari paket program yang telah dipilih sebelumnya
• Configure ; Mengkonfigurasikan Linux sebelum di restart
• Exit ; Selesai instalasi dan keluar
Perlu dicatat bahwa menu tersebut merupakan urutan instalasi yang harus dipilih satu demi satu. Untuk memulai instalasi, Anda dapat abaikan dua menu pertama.
Swap
Secara default, Anda akan ditanya apakah akan memasukkan /dev/hda3 sebagai swap. Jika ya, maka Slackware akan menjalankan perintah mkswap untuk memformat /dev/hda3 dengan file sistem swap, kemudian mengaktifkannya dengan perintah swapon. Karena perintah ini telah dilakukan sebelumnya, Anda dapat abaikan. Yang penting adalah memasukkan /dev/hda3 ke dalam file fstab sehingga saat Linux boot dapat langsung menggunakan swap.
Catatan :
Linux menuliskan semua sistem file dan divais yang dipergunakan ke dalam file /etc/fstab. Saat akan dipergunakan dengan perintah mount, Linux akan membaca file ini. Divais yang dipergunakan termasuk semua hard disk dan partisinya, CDROM, floppy dan divais untuk back up. Untuk lebih jelasnya, ketikkan man fstab pada shell prompt.


Kategori