Oleh: manto | 10 Maret 2009

Jika Teknologi Informasi Jadi Andalan Parpol

Jika Teknologi Informasi Jadi Andalan Parpol

Disampaikan: DR. Dwi Suryanto

Wajah-wajah yang lelah menerpa pengurus dan partisipan Partai Politik (Parpol) yang tidak mendapat nomor yang ‘cantik.’ Sumringah, cerah, optimis menghiasi paras Parpol yang mendapat nomor yang ‘hot’ atau hoki. KPU telah mengundi Parpol untuk mendapatkan nomor kontestan di mana undian itu berjalan penuh kekeluargaan.

Terus apa langkah selanjutnya? Apakah angka-angka itu bermakna? Apakah angka itu bisa menjadi pendongkrak Parpol meraih suara lebih banyak? Mungkin jika nomor Parpol nomor 1 atau nomor 2, atau tiga atau 7 masih bisa dicarikan “pancing” agar pemilih mudah ingat pada angka itu. Namun jika nomornya 19, 23 atau 26 dsb, bisakah dicarikan cara mengkampanyekan kepada pemilih?

Selamat Datang di Pemilihan (amat) Multi Partai.

Bisakah David melawan Goliath? Bisakah semut melawan Gajah? Bisa…Jika tahu caranya. Sejarah telah membuktikan. Toko buku Online Raksasa, Amazon (http://www.amazon.com/), tadinya hanya toko online kecil di tahun1995. Sekarang ia merajai dunia sebagai penjual apa saja mulai dari buku, kaset, hingga alat rumah tangga.

Mengapa mereka sukses? Mereka menerapkan Teknologi Informasi utamanya Internet untuk memenangkan persaingan.

Parpol Harus Punya USP

USP (Unique Selling Proposition) semestinya menjadi acuan utama Parpol dalam kampanyenya. Inilah pertanyaan yang berat yang harus dijawab oleh Parpol: 1) Kenapa saya harus memilih partai anda? 2) Apa yang dapat anda tawarkan yang Parpol lain tidak mampu memenuhinya? 3) Katakan kepada saya mengapa saya harus hadir dan mendengar kampanye anda?

Bagi pemilih, memilih satu diantara lebih dari 30 pilihan bukan perkara yang mudah. Parpol tentu saja harus pandai mengambil langkah-langkah hingga Parpol itu dapat jelas terbedakan dari lainnya. Caranya?Miliki Segera Buku Transformational Leadership!

Lakukan Riset di Internet

Pertama Parpol harus mencari tema-tema yang segar, tema yang berbeda dari model kampanye selama ini. Anda dapat menggunakan mesin pencari data (Searching Engines) seperti Yahoo.com, Google.com dst. Cukup masukkan keyword “General Election Campaign” atau “Campaign Topics” maka anda akan mendapati begitu banyak tulisan. Anda tinggal memilih topik yang paling sesuai.

Memilih Target Kampanye

Seperti produk yang dijual, Parpol harus memilih target kampanye. Jelas tidak mungkin bagi partai kecil untuk ikut berstrategi seperti partai besar. Mereka harus pandai memilih sasaran utama, misalnya kelompok peternak dan nelayan, generasi muda, atau malah pensiunan. Bagaimana mencari informasinya? Silakan jelajahi situs dari Biro Pusat Statistik (http://www.bps.go.id/). Jika masih kurang puas, Parpol dapat datang ke kantor ini untuk mencari informasi lebih luas.

Mengabarkan Strategi Parpol

Jika Parpol itu cerdik, inilah yang harus segera mereka lakukan. Suruh pengurus partai di daerah memiliki alamat E-mail. Cukup banyak email yang gratis mulai dari Yahoo.com hingga Hotmail.com. Ajak mereka untuk sering-sering akses Internet di Warung Internet.

Setelah mereka akrab dengan Warnet, maka pemimpin Parpol dapat mulai secara rutin memberi informasi strategi partai, visi, misi, taktik dsb.

Memenangkan Pertempuran Antar Kota

Apakah tema kampanye harus seragam di semua kota? Ya, jika hal itu di jaman belum ada Internet. Sekarang ini, Parpol bisa mengembangkan strategi dan taktik yang unik untuk masing-masing kota. Jika di salah satu kota sering terjadi penyerobotan lahan hutan oleh pengusaha, maka tema kampanye yang menarik adalah bagaimana mencegah penyerobotan itu. Jika di kota itu terdapat begitu banyak jalan rusak, dan tidak pernah diperbaiki, maka itu merupakan tema yang menarik. Bahkan untuk Jakarta, tema mengatasi kemacetan secara menyeluruh merupakan topik menarik.

Bagaimana caranya? Apakah tidak ruwet? Bukankah di Indonesia terdapat lebih dari 400 kabupaten / kota? Manfaatkan Newsgroup. Dengan membuka Newsgroup, yang bisa dibuat gratis di Yahoo.com, Parpol bisa berkomunikasi dengan kadernya di seluruh Indonesia. Contoh, seorang pengurus Parpol di Kota Magelang (Jawa Tengah) mengalami kesulitan menggarap kelompok petani tembakau di dekat Kopeng (tempat peristirahatan berhawa sejuk di lereng Gunung Merbabu). Ia melemparkan masalah itu ke newsgroup. Masalah itu dibaca oleh lebih dari 1000 orang yang jadi anggota newsgroup. Masing-masing bisa memberikan urun rembug.

Bayangkan, satu masalah ikut dibahas oleh seribu orang, betapa efektifnya. Yang lebih hebat lagi, semua masalah dan bahasannya tetap tersimpan di Yahoo.com sehingga bila ada pengurus yang ingin tahu masalah itu dapat melihatnya lagi, walau diskusi itu telah dilakukan 3 bulan lalu.

Pooling

Mengapa Parpol tidak mulai membuat pooling untuk mencari informasi seberapa kuat orang akan memilih partainya? Di Internet, cara membuat pooling juga gampang. Seorang mahasiswa D 2 komputer dapat membuat programnya sekaligus analisisnya. Mengapa perlu pooling? Ya agar Parpol tahu langkah apa yang harus dilakukan agar menang dalam pemilu. Kunci terpenting adalah menangkap kebutuhan dan keinginan pemilih.

Anda ingat bagaimana Hitler mempengaruhi bangsa Jerman? Ia hanya menggunakan kata-kata. Mengapa ia sukses mempengaruhi bangsanya (dalam hal negatif)? Karena ia mampu menangkap desir hati, impian dan harapan bangsa Jerman yang ingin menjadi bangsa nomor satu di dunia.

Mengetahui keinginan, impian, dan harapan bangsa dan mampu memenuhinya adalah cara terkuat untuk mempengaruhi pemilih memilih suatu partai. Dengan laporan yang tiap saat masuk dari daerah-daerah melalui email, newsgroup atau chatting, Parpol dapat memilih kampanye yang memang sesuai dengan impian dan keinginan rakyat di daerah-daerah. Setelah diketahui, maka ditentukan strategi. Sebelum strategi diterapkan, bisa dilakukan pengujian-pengujian sederhana. Pooling adalah salah satu bentuk uji sederhana itu.

David v.s. Goliath

Apakah mungkin David menang lawan Goliath? Sangat mungkin, jika David bersenjata Teknologi Informasi. Partai kecil dapat dengan mudahnya “searching” topik kampanye partai besar. Setelah ketemu, maka tinggal di analisis. Jika banyak kampanye yang hanya “omong doang,” maka Partai kecil ini tinggal menyerang kelemahan si Goliath ini.

Celakanya jika Goliath malah yang “lebih tangkas” memanfaatkan teknologi ini, maka kita akan menyaksikan pertandingan yang sungguh tidak imbang.


Kategori

%d blogger menyukai ini: