Oleh: manto | 3 Maret 2009

Teknik Reparasi Telepon Sellular

Teknik Reparasi Telepon Sellular

 

Pendauhuan

 

Sebuah ponsel adalah selayaknya sebuah computer, dimana didalam sistemnya terdapat dua unsur utama yang saling berkaitan dengan erat yaitu unsur Software dan Hardware. Apabila salah satu unsur tersebut mengalami gangguan, sudah barang tentu ponsel anda juga akan mengalami gangguan dari tingkat yang ringan hingga tingkat yang paling berat bahkan mati total. Permasalahan pada kerusakan ponsel tidak lain dari kecerobohan penggunaan pemakai ponsel itu sendiri.

 

 

Sebelum melakukan perbaikan sebaiknya kita harus mengetahui terlebih dahulu sebab dari kerusakan ponsel, karena jika kita sudah tahu penyebab kerusakannya maka akan cepat dalam menentukan prosedur yang harus di ambil pada perbaikan ponsel. anda harus betul-betul memahami proses kerja ponsel dan sistem yang terdapat di dalamnya. Jika tidak anda akan kebingungan bagaimana cara menganalisa kerusakan ponsel. Di dalam buku ini, pada bab-bab yang terdahulu dapat anda pelajari konsep-konsep dasar yang dapat membantu anda dalam memahami system telepon selular.

 

 

Pada bab ini akan dibahas beberapa permasalahan-permasalahan kerusakan ponsel dan cara penanggulangannya. Pada perbaikan ponsel harus bertahap mengikuti alur pada sistem yang berkaitan dengan kerusakan pada sistem ponsel. di bawah ini akan saya kategorikan sebab dan akibat dari kerusakan ponsel, sehingga proses perbaikan ponsel akan lebih cepat, tepat dan akurat.

 

Penyebab kerusakan Ponsel

 

Terkena Air

Ponsel merupakan perangkat elektronika yang sangat sensitip, bila terkena air akan mengakibatkan konselting (hubung singkat), sebab air dapat menghantarkan arus listrik.Bila ponsel tersebut tidak langsung ditangani maka akan makin bertambah parah karena bila rangkaian elektronika terhubungsingkat maka akan mengakibatkan kerusakan pada komponen.

 

 

Terbentur / Jatuh

 

Bila ponsel terkena benturan keras atau jatuh akan menyebabkan terlepasnya hubungan komponen yang terdapat pada mesin ponsel.didalam ponsel terdapat komponen-komponen yang sangat banyak, dimana komponen-komponen tersebut akan di hubungkan satu sama lain yang dijadikan satu system/rangkaian. Oleh karena itu bila salah satu komponen tidak terhubung dengan baik maka suatu system yang terdapat pada handphone tidak akan bekerja dengan baik.

 

 

Korosi

 

Biasanya ponsel bermasalah karena terjadi hubung singkat, atau koneksi komponennya menjadi tidak baik karena kotor oleh korosi. korosi dapat di akibatkan karena ponsel sudah terlalu lama di pakai, bisa juga karena ponsel selalu di simpan pada suku celana, maka lembab dari keringat akan masuk ke dalam ponsel sehingga menyebabkan korosi. Korosipun dapat diakibatkan oleh lembab dari lingkungan sekeliling sehingga masuk ke dalam ponsel yang meng-akibatkan korosi.

 

Kesalahan pemakaian

Ponsel akan bekerja dengan sempurna bila program dan pengaturannya tidak bermasalah, seringkali terjadi bila pengguna ponsel salah dalam mengoprasikan atau salah dalam mengatur program pada ponsel, sehingga ponsel tidak dapat bekerja dengan sempurna

 

 

Klasifikasi kerusakan dan perbaikannya

 

Seperti yang telah saya bahas pada bab sebelumnya bahwa ponsel terdiri dari dua unsur yaitu Software dan Hardware, maka kerusakan yang terjadi bisa rusak secara Software atau Hardware. Dibawah ini kerusakan ponsel akan saya bagi menjadi dua bagian:

 

Prosedur perbaikan Software

 

Sebelum melakukan perbaikan secara Software maka ponsel yang akan diperbaiki harus memenuhi sarat-sarat dibawah ini:

 

a. tegangan battery minimal ada pada tegangan 3,7 Volt (bila ponsel siemens, Samsung,Motorola, dan sony ericsson sebab untuk type tersebut tegangan tidak di berikan langsung oleh UFS).

 

b. tidak terjadi Short pada tegangan masukan. Bila terjadi short maka ponsel harus diperbaiki terlebih dahulu secara Hard-ware, yaitu: periksa resistansi pada interface battery mesin ponsel, resistansinya maksimal 6 Ohm, lalu anda balikan pol-aritas kabel avometernya, ponsel harus menunjukan tidak ada terjadi gerakan pada jarum petunjuknya.

 

c. interface flash pada PCB harus bersih. Bila kotor maka anda bersihkan terlebih dahulu menggunakan kuas dan berikan sedikit thiner lalu keringkan.

 

d. setelah ponsel dihubungkan kepada UFS tornado, setelah di klik “Check” ponsel harus terdetek, walaupn di LCD tidak terdapat tulisan tesmode atau local mode (khusus Nokia). Teknik menditeksi seperti dibawah ini:

 

Gunakan program DCTx tools.

Koneksikan ponsel ke UFS tornado

Pilih type ponsel yang sesuai dengan type ponsel yang akan di deteksi.

Klik “Check”. DCTx tools akan menampilkan “1st Boot OK, WD2 / DCT4, UPP:0……”. Bila error maka ponsel tidak dapat terdeteksi oleh DCTx tools, maka kerusakan masih secara Hardware.

 

Prosedur perbaikan Software

 

Sebelum melakukan perbaikan secara Software maka ponsel yang akan diperbaiki harus memenuhi sarat-sarat dibawah ini:

 

a. tegangan battery minimal ada pada tegangan 3,7 Volt (bila ponsel siemens, Samsung,Motorola, dan sony ericsson sebab untuk type tersebut tegangan tidak di berikan langsung oleh UFS).

 

b. tidak terjadi Short pada tegangan masukan. Bila terjadi short maka ponsel harus diperbaiki terlebih dahulu secara Hard-ware, yaitu: periksa resistansi pada interface battery mesin ponsel, resistansinya maksimal 6 Ohm, lalu anda balikan pol-aritas kabel avometernya, ponsel harus menunjukan tidak ada terjadi gerakan pada jarum petunjuknya.

 

c. interface flash pada PCB harus bersih. Bila kotor maka anda bersihkan terlebih dahulu menggunakan kuas dan berikan sedikit thiner lalu keringkan.

 

d. setelah ponsel dihubungkan kepada UFS tornado, setelah di klik “Check” ponsel harus terdetek, walaupn di LCD tidak terdapat tulisan tesmode atau local mode (khusus Nokia). Teknik menditeksi seperti dibawah ini:

 

Gunakan program DCTx tools.

Koneksikan ponsel ke UFS tornado

Pilih type ponsel yang sesuai dengan type ponsel yang akan di deteksi.

Klik “Check”. DCTx tools akan menampilkan “1st Boot OK, WD2 / DCT4, UPP:0……”. Bila

 

error maka ponsel tidak dapat terdeteksi oleh DCTx tools, maka kerusakan masih secara Hardware.

 

perbaikan Hardware

 

Sebelum melakukan perbaikan yang lebih ekstrim seperti mengganti komponen, maka anda harus melakukan langkah-langkah di bawah ini:

 

a. Pastikan semua pengaturan program ponsel sudah benarTegangan Battrey harus ada pada batas maksimum (3,7 Volt). Bila tegangan battery kurang maka anda harus Kerusakan Hardware

 

b. Prosedur mengisi terlebih dahulu battreynya dengan menggunakan Desktop Charger.

 

c. Pastikan komponen external tidak bermasalah, bila komponen external bermasalah maka anda harus mengganti terlebih dahulu.

 

d. Pastikan semua koneksi komponen-komponen external terhubung dengan sempurna. Bila koneksinya tidak baik maka anda harus memperbaiki koneksinya terlebih dahulu dengan cara menaikan kembali pin/kaki komponen externalnya atau memberikan sedikit timah pada interface PCBnya.

 

e. Mesin (PCB) harus bersih, bebas dari korosi. Pada praktiknya terkadang korosi atau kotoran pada ponsel tidak dapat terlihat, maka sebelum anda melakukan reparasi yang lebih jauh lagi anda harus mencuci mesin / PCB dengan menggunakan Thiner atau larutan IPA menggunakan alat ultra sonic cleaner agar hasil pencucian sempurna.

 

f. Semua Interface mempunyai resistansi, bila tidak maka terdapat jalur yang putus, maka anda harus jumper (hubungkan kembali jalur yang putusnya). Kami sediakan 200 koleksi contoh jumper di CD Trik&tips.

 

g. Perbaiki dulu secara software, bila ponsel tidak dapat terdeteksi oleh UFS maka kerusakan ada pada secara Hardware. Teknik menditeksi seperti dibawah ini:

 

Gunakan program DCTx tools.

Koneksikan ponsel ke UFS tornado

Pilih type ponsel yang sesuai dengan type ponsel yang akan di deteksi.

Klik “Check”

DCTx tools akan menampilkan “1st Boot OK, WD2 / DCT4, UPP:0……”. Bila error maka ponsel tidak dapat terdeteksi oleh DCTx tools, maka kerusakan masih secara Hardware.

 

Kerusakan mungkin saja diakibatkan kerena komponen-komponen internal seperti IC, resistor, Kapasitor, dll tidak terhubung dengan baik kepada rangkaian. Pada praktiknya anda tidak dapat melihat adanya komponen yang tidak terhubung dengan mata telanjang sebab komponen-komponen ponsel sangat kecil sekali. Maka sebelum anda memutuskan untuk mengganti Komponen internal lakukan terlebih dahulu langkah-langkah dibawah ini:

 

berikan secukupnya songka/flux kepada permukaan PCB dan komponen- komponen intenal.

 

Panaskan menggunakan blower pada 350 c, pastikan di saat memanaskan timah-timah yang melekat padaomponen internal mencair.

Bila ada terdapat IC yang menggunakan Lem di permukaan ICnya, maka anda tidak oleh memanaskan terlalu lama,penyebab akan mengakibatkan pecahnya timah BGA pada IC.

 

i Bila sudah memenuhi sarat di atas ponsel masih tetap bermasalah maka anda lakukan langkah penggantian komponen internal.

 

 

DCT3

3610, 2100, 3410, 6250, 3310, 3315, 3330, 3350, 3390, 6210, 5510, 5190, 6190, 8890, 8290, 5110i, 5110, 6110, 7110, 8810, 3210, 5130, 6130, 6150, 8850, 8210, 8250, 8855, 5210, 9110, 6090.

 

DCTL

9290, 9210, 9210i.

 

DCT4

3300, 3300b, 7210, 7250, 7250i, 6610, 6800, 6820, 6650, 8910, 8910i, 8310, 3510, 6385, 6370, 1220, 1260, 7600, 3580, 3585, 3585i, 3570, 6310, 6310i, 6100, 6200, 5100, 5140, 3590, 6510, 3595, 3360, 6360, 8390, 6800, 8270, 6590, 2285, 2275, 2270, 6108, 3108, 3510i, 8280, 6230, 6340i, 3560, 2280, 1100, 3100, 3120, 6220, 3520, 7200, 6560, 6225, 6230, 3200, 3200i, 6585, 3220, 2650, 2651, 6015, 2112, 6011, 2600, 3125, 6816, 2300, 7270, 3205, 7280, 7260, 6255, 6256, 6012, 6020, 6610, 6170, 6620, 9500, 9300, 7710.

 

Menggunakan Multitester Digital sebagai pengukur arus rangkaian

1. Pindahkan kabel merah ke 20A. Dan kabel hitam tetap di COM (ground). Dipilih lobang 20A karena akan mengukur arus yg > 0,2 A.

 

Misalnya akan mengukur arus pengisian battere. Salah satu cara antara lain salah satu kabel charger dipotong. Dan masing2 kabel ditempelkan ke kabel merah & kabel hitam Multitester. Lakukan pengukuran saat ponsel dicharger. Misalnya nilai yg tertera 0,725 berarti arus pengisian sebesar 0,725 A alais 725 mA.

 

Atau mencabut Sekring (Fuse) lalu tempelkan msg2 kbl ke msg kutub sekring pd PCB. Lalu ukur hasilnya.

 

Mengukur Batere Lithium Original atau Palsu.

 

1. Kabel Merah tetap di 20A, kbl hitam di GND.

2. Skala tetap di 20A

3. Tempel kabel Merah di + batere

4. Tempel kbl hitam di – batere

5. lihat hasil yg muncul :

Jika secara refleks, menunjuk ke angka tertentu dan kembali ke Nol, pertanda Batere Lithium asli.

 

Jika hasilnya menunjuk ke angka tertentu, dan stabil. Pertanda Batere Lithium palsu, dan cept2 cabut kbl dari Batere. Karena Batere akan menjadi panas.. karena didalamya tdk ada rangkaian IC Pengontrolnya.

 

Untuk Batere lithium asli, walaupun kbl ditempel terus ke batere, tdk masalah…

 

Makanya sering ponsel panas atau bahkan meledak saat dicharging. Karena menggunakan Batere Lithium palsu. Yg tdk ada rangkaian IC pengontrolnya. Sehingga saat batere Penuh. Sensor BTEMP tdk bekerja. Maka batere yg telah penuh tsb akan terus terisi sehingga menjadi panas panas dan akhirnya dpt mengakibatkan kerusakanpada ponsel, atau bahkan bisa saja batere menjadi kembung da dpt meledak. Click the image to open in full size.

 

Oleh karen itu gunakan selalu batere yg asli Lithium yg mengandung IC Pengontrol short Circuit didalamnya.

 

Cara pengukuran tegangan pada ponsel

Alat-alat yang dibutuhkan :

 

1. Multitester Digital/Analog, lebih bagus Digital, karena hasilnya lebih akurat terbaca.

2. DC Power Supply, diatur Voltagenya antara 3,6V – 4,1 Volt.

3. Kabel jumper. (Utk PCB yg Connector Batterenya terpisah, maka kabel jumper hrs disolder ke PCB (Kutub Batt + dan -) baru dihubungkan ke Power Supply.

Persiapan Pengukuran :

 

1. Nyalakan Power Supply, atur tegangannya 3,6 s/d 4,1 V.

2. Solder 2 buah kbl jumper, satu kabel di Kutub + Batt (Boleh juga di C165), dan satu kabel lagi di kutub Batt – atau di GND mana saja. lalu kedua kabel tsb dihubungkan ke Power Supply

I. Pengukuran Tegangan pada Ponsel Nokia DCT3 (Ct : 8210/8250)

 

Quote:

Tegangan penting yg harus diukur :

 

1. Power ON di Switch On/Off = 3,6V s/d 4,1 V

2. VBB = 2,8 V

3. VCore = 1,8 V

4. VCP = 4,8 V

5. VCOBBA = 2,8 V

6. VREF = 1,5 V

7. VXO = 2,8 V

8. PURX = 2,8 V

 

Power On : Tegangan dari batt –> CCONT -> Saklar.

VBB (Voltage BaseBand) = Teg. untuk bagian baseband spt IC UI, CPU, LCD, COBBA, IC Flash, dll

VCore = Tegangan Digital utk CPU sbg Processor.

VCP = Voltage Charge Pump, teg. untuk IC Regulator ke VCO & IC RF

VCOBBA = teg. Digital untuk IC Audio COBBA

VREF = Teg. referensi clock untuk IC RF HAGAR (sbg Frequency Synthetizer) dan untuk IC Audio COBBA (sbg Automatic Frequency Control) dlm mengatur RF Clock 26 Mhz.

VXO = Voltage Xtal Oscillator, tegangan utk IC Crystal 26 Mhz

PURX = Power Up Reset -> Signal Reset utk CPU dari CCONT utk mulai bekerja.

Attachment 168050

 

Langkah-langkah Pengukuran :

 

1. Setelah Persiapan Pengukuran sdh dilakukan, maka siapkan Multitester. (Bila ada yg belum mengerti cara penggunaan, bisa baca petunjuknya lebih lanjut di sini : Petunjuk Penggunaan Multitester Digital

 

2. Putar Skala Multitester ke DC Volt 20

 

3. Tempel Kabel hitam ke Ground. Dan Kabel Merah ke kaki saklar On/Off +, (bagian bawah). Baca tegangannya, hrs menunjukkan angka >3,6V. Dan jika saklar ditekan hasilnya harus 0 V. Jika tdk ada teg. Power On, HP tdk bisa hidup, namun jika dicharge akan muncul gambar battere sdg dicharge, solusinya cek Ccont, R118(resistor Power On) dan jalur Power On (Batt –> Ccont kaki E4 –> Switch on/off.

 

4. Kabel merah pindah ke C152, tekan On/Off, maka hasil nya harus 2,8 VXO, Jika VXO tdk keluar, otomatis HP akan matot, karena Crystal tdk bekerja mengeluarkan frekuensi 26 Mhz utk IC RF, yg nantinya oleh HAGAR akan dibagi 2 menjadi 13 Mhz dan akan dikirim ke CPU, sebagai RF Clock. maka dari itu cek CCONT, jika VXO tdk muncul.

 

5. Kbl Merah ke C107, VBB = 2,8V, jika tdk keluar, HP akan matot, cek CCONTnya.

 

6. Kbl merah ke C108, VCP = 5V, jika tdk keluar, HP akan No Signal, manual searching lsg No network dlm waktu singkat. Cek CCONT.

 

7. Kbl merah ke C140, VCore = 1,8V, jika tdk keluar, HP akan matot, karena CPU tdk akan bekerja, oleh karena itu cek CCONTnya. Bila Vcore <1,0v vcobba =” 2,8″ n =” 000000,” vref =” 1,5V,” purx =”2,8V” 227 =” sambungan”>


Kategori